KONTRASOSIAL SOUTHEAST ASIA 2009 TOUR DIARY

Kamis 23.07.2009
Sebelum matahari mulai meninggi, saya dan beberapa sahabat lain pergi dari jalan lengkong itu menuju bandara hussein sastra negara. Keberangkatan kita bagi menjadi dua kali, pukul enam dan pukul sebelas, kebetulan saya mendapatkan yang pagi itu. Jadwal keberangkatan pukul enam lebih lima belas menit itu pun terasa sangat terburu-buru bagi kami yang tak biasa bangun pagi. Terlebih dengan tidak adanya pemberitahuan akan masa berlaku nomor pokok wajib pajak yang baru berlaku tiga hari setelah tanggal pembuatan, salah satu sahabat saya harus membayar viskal yang terasa sangat berat untuk kita, tapi secara kolektif kita membayar viskal itu. Sesampainya di bandara changi, kami dijemput oleh beberapa sahabat kami disana menuju tempat menginap disana. Setelah rombongan kedua datang dan menata barang bawaan seluruhnya, kita semua pergi menghabiskan sore menjelang malam di tepi pantai kawasan changi village. Saat malam mulai meninggi dan beberapa kawan disana mulai berdatangan, kita pun memulai ritus yang biasa kita lakukan, meminum beberapa botol cairan alkohol dan berkaleng-kaleng beer, namun beberapa sahabat badannya masih belum bisa beradaptasi dengan panasnya suhu di tempat itu, dan harus menghabiskan malam dengan tertidur lemas. Pada pagi buta ketika hampir semua terlelap tidur dalam keadaan mabuk, hujan deras pun mengguyur kota singa itu dan membuat kelembaban udara terasa segar untuk kami yang terbiasa berada di dataran tinggi.

Jum’at 24.07.2009
Tak lama setelah mengisi perut dan mempersiapkan seluruh barang bawaan, di siang itu, ke empat belas sahabat dari bandung ditemani tiga sahabat dari singapore, menaiki bis menuju crawlsapce venue di north bridge road. Venue yang bagus, dimana sebenarnya tempat tersebut adalah studio yang dirubah menjadi venue saat weekend, lengkap dengan dapur, panggung, lightning dan equipment yang cukup memadai. Dengan masih tersedianya waktu sebelum gig dilaksanakan, saya dan beberapa sahabat saya pun pergi berjalan kaki melihat-lihat kota itu. Sesampainya di patung merlion beberapa kawan dari singapore punks berdatangan untuk saling bertatap muka dan bertukar sapa. Namun situasi itu dimanfaatkan oleh turis-turis lain untuk mengambil foto bersama para punks, dengan itu kami tidak menghabiskan banyak waktu disana dan langsung kembali ke venue. Sambil menyiapkan barang lapakan dan mengoperkan kaleng beer ditangan, kami pun menunggu malam datang. Suasana jalan kecil diluar venue sudah mulai dipenuhi para punks saat gig dimulai. PAZAHORA memainkan dark riffs metal crust mereka untuk mengisi acara, karena ada dua band yang tak bisa bermain di malam itu. Dilanjutkan dengan bebunyian ’82 style street punks dari THE FOCKERS yang lumayan memanaskan suasana tempat itu. Tak lama berselang, distorsi riff oldskool thrash metal yang dimainkan BLOODSTONE membuat beberapa sahabat turut larut dalam suasana headbanging dan moshing. TURTLES JR. benar-benar membakar singapore dimalam itu dengan ketukan hc/punks mereka di awal tour ini. Crowd multi ras punks di venue itu berdansa ria dengan liarnya. KONTRASOSIAL menutup rangkaian acara. Ketukan d-beat raw punk dan gerak ritmis anggukan kepala disalurkan bertubi-tubi, menambah suhu panas di dalam venue berpendingin tersebut. Tak lama setelah acara berakhir, kita semua harus segera masuk kedalam bis yang hanya cukup untuk sepuluh orang dan empat orang lainnya terpaksa harus berpisah bis. Dalam kondisi lelah dan baju yang masih basah dengan keringat, kita bergerak menuju johor bahru. Dengan lamanya kita mengisi formulir pendaftaran di imigrasi malaysia, bis pun melaju meninggalkan kita di pelataran parkir imigrasi johor bahru. Sembari menunggu bis lain yang bisa membawa kita ke terminal larkin, kita menanyakan kabar keempat sahabat kita yang terpisah kendaraan. Ternyata mereka harus berjalan sejauh tigapuluh kilo meter diantara perbatasan singapore dan malaysia. Setelah mendapatkan bis kosong yang bertujuan ke terminal yang sama kita pun kembali harus meninggalkan keempat sahabat yang belum sampai itu. Dari terminal larkin kita semua berjalan selama dua puluh menit ke tempat bermalam di rumah sahabat yang memang sedari singapore tadi berbarengan dengan kita. Sesampainya di rumah yang pekarangannya penuh dengan kursi-kursi bis yang sudah tidak terpakai, dan keempat sahabat yang tertinggal pun sudah sampai disana dengan menggunakan taksi dari tempat imigrasi malaysia, kita semua merebahkan badan beristirahat dari kelelahan teramat.

Sabtu 25.07.2009
Bangun dari tidur yang tidak cukup dan kaki yang masih pegal, kita semua masih melemaskan badan di rumah itu, namun si empunya rumah tidak ada di tempat, dia harus bekerja terlebih dahulu. Diantara pagi dan siang itu, kita menghabiskan waktu dengan memanjat pohon rambutan dan mengusir ular kobra agar tak masuk rumah. Di siang hari setelah semua orang dan tuan rumah mandi, kita menaiki bis menuju terminal larkin untuk membeli tiket ke kuala lumpur malam nanti dan setelah itu pergi ke venue acara lain dengan tujuan berdagang. Beberapa jam kita habiskan disana sebelum kita semua harus berjalan lagi ke tempat acara dimana kita dijadwalkan untuk bermain. Rafeah building diantara tempat makan dan bengkel kendaraan bermotor menjadi tempat dimana WYNKEN DELIRIUM bermain sebagai pembuka acara (saya tidak sempat melihat band ini karena saya sedang berada dibawah gedung bercakap-cakap dengan beberapa kawan), TURTLES JR. selanjutnya mengambil tempat, kelelahan perjalanan nampaknya tidak menjadi halangan bagi mereka untuk bermain maksimal dan hal tersebut menyemangati para penikmat lantai dansa, serangan bebunyian hc/punks maksimal dari equipment yang minimal!!! Lalu METALUNG segera mengambil posisi. Riff dan ketukan thrash metal dicampur lirik parodikal membuat performance mereka terasa amat segar. KONTRASOSIAL segera mengambil tempat di malam itu. Body surfing dan moshing dari antusiastik crowd disana mengiringi iringan d-beat crust punk mereka. RABAK tak lama mengisi kekosongan, ketukan d-beat full spikes and studs punk jacket dari mereka benar-benar liar! Penutup acara diserahkan kepada EYES POPPING OUT, guitar and drums d-beat punk dari mereka memukau crowd yang tak ragu bersing-along atau bahakan membuat wall of death di depan muka mereka. Great band!!! Tak berselang lama setelah gig selesai, beberapa percakapan dan gurauan dengan beberapa kawan disana juga merchandise trading, kita semua harus pergi ke terminal larkin untuk menaiki bis menuju kuala lumpur. Setelah mengucapkan salam dan terimakasih juga mengagumi bis yang sangat nyaman untuk digunakan, saya pun tertidur lelap di atas laju cepat roda bis tersebut.

Minggu 26.07.2009
Di puduraya kita semua terbangun kaget karena sudah sampai di pemberhentian yang dituju. Waktu masih menunjukkan pukul lima pagi, jalanan masih terasa sepi untuk kota besar ini, kereta belum beroprasi. Sambil menunggu teman menjemput di pemberhentian puduraya ini, kami semua memutuskan untuk menunggu di kedai sambil minum teh tarik dan mengisi perut. Setelah kedua teman datang menjemput di kedai itu, kita berjalan dibawah jalan layang kereta mono rail diantara coretan penolakan kebijakan pemerintah malaysia dengan I.S.A nya. Dari stasiun pasar seni kita menaiki kereta menuju asia jaya. Waktu sudah menunjukkan angka tujuh, namun pagi itu masih teramat gelap, hujan yang menemani perjalanan kita di pagi itu menambah dinginnya kulit diantara tumpukan kaos, jaket, tas ransel dan softcase gitar yang saya jinjing. Di rumah food not bombs kuala lumpur itu, setelah meletakkan barang bawaan, saya duduk tertidur di samping tumpukan rak-rak buku dan gantungan berbagai lukisan. Di rumah itu aktivitas terlihat sangat terjaga, bukan saja beberapa orang yang masuk selain kami untuk memasak dan serving nanti sore di pusat kota kuala lumpur, para seniman lukis yang mencari mood, juga anjing dan kucing yang bermain bersama di taman depan rumah ini. Beberapa kawan lain dari kuala lumpur mulai berdatangan, dan beberapa dari mereka membawa lintingan ganja. Sebelum kami pergi ke venue malam nanti, kami pun secara berbarengan menghisap perputaran lintingan ganja diantara sela-sela jari yang berbagi. Malam menjelang, dan kami pun harus pergi ketempat acara berikutnya. Paul’s place di daerah kolumpo, dimana sarang burung gagak menambah kelam malam dan sahutan lolongan anjing menahan laju polisi yang hendak masuk ke dalam venue di lantai lima itu. Saya benar-benar tergoda dengan ajakan beberapa kawan untuk menenggak beberapa botol alkohol dan menghisap kembali ganja di lantai bawah venue di pinggir jalan, karena itu saya pun tertinggal performance dari beberapa band disana. Saya kembali masuk kedalam venue saat TURTLES JR. memainkan intro mereka, beberapa punks yang mabuk bareng dengan saya di bawah tadi mulai bergerak liar tak beraturan dan kadang terlalu kasar. Musik hc/punk dari TURTLES JR. menambah keliaran mereka!!! Setelah itu giliran KONTRASOSIAL naik keatas panggung, dengan energi yang mulai menipis mereka masih memainkan anthemic d-beat crust punk mereka dengan konstan. Selepas acara kita lalu kembali ke rumah itu dan beristirahat.

Senin 27.07.2009
Tidak adanya jadwal gig dihari ini membuat beberapa sahabat saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di hari ini dengan mengunjungi tempat-tempat wisata kuala lumpur, dan beberapa sahabat lain berdiam santai memulihkan kondisi fisik yang terkuras di rumah ini. Juga adanya pasokan ganja sedari pagi membuat saya tidak beranjak dari rumah tersebut dan hanya bercanda gurau dengan beberapa sahabat juga anjing dan kucing penghuni rumah itu. Whatta nice place!

Selasa 28.07.2009
Mabuk lagi. Tidur lagi. Jalan-jalan lagi. Makan lagi. Tidur lagi. Trade barang lagi. Istirahat lagi.

Rabu 29.07.2009
Kita memutuskan untuk mengambil bis ke johor bahru pada pukul satu pagi itu, dan sebelum pergi meninggalkan para sahabat di kuala lumpur sana, kita masih sempat memutarkan kembali lintingan ganja. Dengan kepala masih agak high saya dan para sahabat lain mengucapkan salam perpisahan dan bergerak menaiki bis menuju johor bahru. Pukul setengah enam di terminal larkin (lagi), lalu kita menunggu bis untuk menuju pelabuhan stulang laut. Pelabuhan stulang laut tidak tampak seperti pelabuhan biasanya, tapi lebih terlihat seperti mall besar dengan gerai-gerai waralaba di kiri kanan nya ditambah fasilitas pelabuhan internasional didalamnya, Whatta fuckin’ mix! Another corporate manuver with state border. Sucks! Diatas jetty itu kita menenggak dua botol minuman dan membuat perjalanan selama dua setengah jam diatas laut diantara johor dan bintan terasa sangat singkat. Sesampainya di tanjung pinang, kita langsung menuju tempat sahabat lainnya yang tidak terlalu jauh dari perlabuhan itu. Setelah beristirahat, malam itu kita pergi menikmati suasana pulau bintan sambil bernyanyi di pinggir pantai dan menikmati daging siput yang disebut gonggong. Tumpukan kaleng beer menambah hangat dan liarnya malam. Selepas malam di tanggal itu bertepatan dengan hari ulang tahun salah satu sahabat saya yang turut dalam perjalanan ini. Happy birthday matey!

Kamis 30.07.2009
Menjelang siang beberapa sahabat dari singapore, yang sebelumnya kami temui disana, berdatangan, mereka seyogyanya mengisi acara di malam nanti bersama kami di tanjung pinang ini. Setelah bersiap-siap, kita sebagian mulai pergi ke venue dan bertemu kawan-kawan dari medan, batam, jakarta dan pastinya kawan-kawan dari tanjung pinang itu sendiri. Sore menjelang acara pun dimulai. Diantara pohon rindang, lapang bola basket dan birunya langit tanjung pinang, CUBUNG CHAOS memulai gig dengan semangat d.i.y tersebut. Lantas disusul oleh THE COLLS yang sebenernya gabungan dari beberapa personil band lain yang turut mengisi acara itu, juga beberapa band dari tanjung pinang. Ternyata banyak band yang tidak termasuk di flyer bermain di acara ini (atau memang saya lupa nama-nama band yang bermain di hari itu hehehe… sorry…). Sehabis adzan maghrib FIRSTBLOOD, dari jakarta, memainkan bebunyian d-beat raw hc/punks mereka dengan enerjik. Crowd mulai memanas. Raungan distorsi lalu disambut dengan KONTRASOSIAL, dengan enerji d-beat raw punk terakhirnya😀 Begitupun TURTLES JR. yang bermain all out dimalam itu. Bahkan sang basis bermain sambil body surfing diatas kepala crowd yang menggila. BLINDED HUMANITY, dari singapore, menambah panasnya malam itu dengan ketukan d-beat punk mereka. GEDEBAK GEDEBUK, dari medan, juga tak kalah memanaskan hawa kebersamaan dengan anthemic street punk dengan female vokal. BAD+ dari jakarta, menutup malam itu dengan singalong anthem raw punk sound, sebelum keseluruhan acara harus dihentikan karena waktu melebihi dari jam yang diizinkan. Sial! Setelah melemparkan beberapa salam perpisahan dan candaan dengan kawan-kawan disana, juga salam selamat jalan untuk band-band dari jakarta yang akan melanjutkan perjalanan mereka ke malaysia dan singapore, kita semua kembali ke rumah untuk mengambil istirahat dimalam itu.

Jum’at 31.07.2009
Surat dari singapore punks yang harus pergi meninggalkan kita kala tertidur lelap tergeletak di antara barisan tubuh lelah. Dua sahabat saya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu menuju bandung dikarenakan panggilan kerja yang sangat mendadak. Tapi itu bukanlah suatu desertir atau pelepasan tanggung jawab, menurut saya, karena hidup itu lebih luas dari pada hal-hal yang berbau punk itu sendiri. Awkay… selamat jalan ya kawan. Siang itu kita berkemas untuk pergi lagi menuju pantai trikora di daerah tanjung pinang. Pantai yang sangat bersih dengan pasir putih terhampar sepanjang tepi. Hampir tak ada siapapun di pinggir pantai selain kami yang baru sekali kesana. Dengan menari mengelilingi api unggun dan reaksi alkohol didarah saya dan para sahabat saya mulai meninggi seraya kita mengeringkan badan yang basah terbasuh air laut. Malam pun larut, air laut pun surut terbawa angin dan grafitasi. Kita tertidur didalam kamar buatan diatas laut yang surut.

Sabtu 01.08.2009
Perputaran rotasi dari split cd flyblown/warvictims menemani telinga saya dan beberapa sahabat saya sepanjang jalan di dalam mobil di pagi menjelang siang itu. Kami menuju pelabuhan untuk menaiki ferry, yang hanya ada dua kali dalam satu hari, menuju batam. Namun sesampainya di pelabuhan, tiket ferry untuk mobil sudah terjual habis, dan kita dengan terpaksa harus meninggalkan mobil di pelataran parkir pelabuhan dan menaiki speed boat untuk mancapai batam tepat waktu. Di pelabuhan punggur kita menunggu mobil jemputan untuk menuju tempat penginapan di daerah nagoya hill. Setelah kembali kita beristirahat dan beradaptasi dengan cuaca panas kota batam yang dipenuhi dengan orang-orang dari bandung, kita langsung menuju venue di sekitaran daerah ocarina, serupa taman wisata. Diantara jejeran ruko yang belum tersewa, musholla dan foodcourt yang buka setengah, disana gig diadakan. Dengan tidak adanya flyer acara ini yang sampai ke tangan saya, saya pun tidak mengetahui nama-nama band yang main di malam itu, tapi yang pasti disini blink wan-eyti-tu masih digemari. Hampir seluruh band membawakan lagu mereka😮 KONTRASOSIAL pun langsung mencuri tempat dengan d-beat crust mereka. Kurangnya suara pada seksi bass dan kelelahan yang teramat, membuat mereka hanya memainkan sebagian lagu dari playlist mereka. TURTLES JR. menghabiskan rangkaian tour ini dengan memberikan mic pada lagu terakhir kepada penonton. Great show! GEDEBAK GEDEBUK yang sebelumnya sharing stage bersama kami di tanjung pinang, kini bermain lagi dengan performa sound yang lebih baik. THE SINTINK band dari tanjung pinang yang sempat mengurungkan niatnya untuk bermain karena malu, akhirnya memainkan bebunyian street punk fucking rock mereka. Setelah itu kami beranjak pergi ke tempat penginapan karena band yang main berikutnya masih saja membawakan lagu dari band wan-eyti-tu itu. Mmppffhh…

Minggu 02.08.2009
Sisa botol beer yang tidak terminum semalam didalam lemari pendingin menemani saya dan beberapa sahabat saya yang terbangun pagi sekali. Setelah kita semua mendapatkan tiket untuk pulang dihari ini menuju bandung nanti malam pukul delapan, yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu waktu mendekati jadwal keberangkatan di lobby penginapan. Beberapa sahabat saya mengisi waktu dengan berjalan-jalan di kota batam, sedangkan saya dan beberapa sahabat lain, menghabiskan waktu dengan menghabiskan dua botol alkohol yang hambar rasanya dan bercakap-cakap mengenang memori yang mulai kabur, menanyakan kabar para sahabat di kuala lumpur yang sedang dalam keadaan menentang kebijakan I.S.A yang saya baca dikoran lima ratus orang tertangkap saat menggelar demonstrasi di sana, sekalian mengevaluasi tentang tour kali ini. Hampir pukul delapan di bandara hang nadim saat saya memasuki badan pesawat. Pada waktu mendekati angka sebelas di malam itu, saya kembali harus beradaptasi dengan cuaca dingin kota bandung dan kosongnya hari-hari saya sebagai seorang penganggur profesional😛

Big thanks to Shaiful, Kodi, Dien, Hashib, Razid, Haida, Singapore Punks, Apexx, Jimbo, Larkin Terror, Johor Bahru HC/Punks, Alak, Joe Kidd, Poodin, Broco, Luna, Solar, Pat, Tumin, Rice Cooker, FNB-KL, Kuala Lumpur Punks, Andre SS, Ariel, Tanjung Pinang HC/Punks, Juno, April, All Batam Crews and all friends wherever you are who support us on this tour, and offcourse para sahabat yang turut serta dalam rangkaian tour ini. Cheers!!!

-anjingliar-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: